Spanduk anti narkoba sekarang ini terpasang di beberapa pojok Kota Solo. Ramainya peredaran barang haram tersebut di Kota Bengawan bikin orang-orang prihatin. Berbarengan polisi, warga Solo hari ini, Kamis (7/4) mulai menempatkan spanduk diisi peringatan mengenai bahaya narkoba. Spanduk itu diantaranya berbunyi, " Gedang ijo sigar telu, adohi narkoba kuwi kudu ". Yang ini berarti, " pisang hijau pecah tiga, jauhi narkoba itu mesti ". Pantauan di lapangan, petugas kepolisian Bidang Laweyan, menempatkan spanduk tersebut di sekitaran THR (taman hiburan rakyat) Sriwedari. Kapolsek Laweyan AKP Agus Purwadi menyampaikan aktivitas itu sebagai bentuk riil untuk memerangi narkoba berbarengan orang-orang. " Ini gerakan antisipasi, supaya orang-orang yang lain dapat membaca serta setelah itu menjauhi narkoba, " tutur Agus.
Kamis, 21 April 2016
Rabu, 20 April 2016
DPR curiga masih ada yang ditutupi polisi soal kasus kematian Siyono
Komisi III DPR berusaha membongkar masalah terduga teroris yang disangka mati di tangan Densus 88 sebelumnya diadili. Menurut Wakil Ketua Komisi III DPR Desmond Junaidi Mahesa, minggu depan bakal panggil PP Muhammadiyah serta Komnas HAM yang mengikuti masalah itu.
Senin, 18 April 2016
Kejati Jatim yakin unggul dalam praperadilan La Nyalla
Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Halilla Rama Purnama, menyebutkan optimis bakal memenangkan sidang praperadilan dikerjakan La Nyalla Mahmud Mattalitti. " Kita optimis apa yang dikerjakan termohon itu telah sesuai sama prosedur. Lantaran, seperti yang disebutkan saksi pakar, untuk mengambil keputusan tersangka mesti dilandasi dua alat bukti, serta itu telah kita punyai semuanya. Bahkan juga sebagai alat bukti kita ada tiga, " kata Halilla selesai persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (7/4). Halilla mengilustrasikan satu perkara. Saat ada masalah pencurian kamera, pelakunya dimisalkan kian lebih dua orang. Lalu, pelaku itu melakukan sistem hukum serta menjalaninya sebagai terpidana. Saat disidik, penyidik temukan bukti baru, pelakunya kian lebih dua orang serta ada pelaku lain. " Apakah masalah itu dapat selalu jalan mengambil keputusan seseorang tersangka walau pelaku lain itu belum di check?, "
bertanya Halilla. Saksi pakar, Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Kampus Gadjah Mada Prof. Dr. Eddy Oemar Hiariej, mempersilakan buat memprosesnya. " Silahkan dilanjutkan, karenanya adalah sebagai bukti pengembangan perkara yang terlebih dulu, " jawab Eddy. Masalah tuntutan praperadilankan yang dikerjakan La Nyalla Mahmud Mattalitti pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, bermula dari penetapan dia sebagai tersangka korupsi. Menurut Kejati Jawa timur, Ketua Umum PSSI itu disangka korupsi dana hibah, dengan beli saham Initial Public Offering (IPO) Bank Jawa timur seharga Rp 5, 3 miliar. Lalu saham itu di jual kembali dengan memperoleh keuntungan Rp 1, 1 miliar. Hingga kerugian negara meraih Rp 6, 4 miliar.
bertanya Halilla. Saksi pakar, Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum Kampus Gadjah Mada Prof. Dr. Eddy Oemar Hiariej, mempersilakan buat memprosesnya. " Silahkan dilanjutkan, karenanya adalah sebagai bukti pengembangan perkara yang terlebih dulu, " jawab Eddy. Masalah tuntutan praperadilankan yang dikerjakan La Nyalla Mahmud Mattalitti pada Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, bermula dari penetapan dia sebagai tersangka korupsi. Menurut Kejati Jawa timur, Ketua Umum PSSI itu disangka korupsi dana hibah, dengan beli saham Initial Public Offering (IPO) Bank Jawa timur seharga Rp 5, 3 miliar. Lalu saham itu di jual kembali dengan memperoleh keuntungan Rp 1, 1 miliar. Hingga kerugian negara meraih Rp 6, 4 miliar.
Sabtu, 16 April 2016
Ayah Sonya Depari meninggal dunia
Berita duka datang dari siswi SMA Sonya Ekarina br Sembiring. Sore tadi ayahnya Makmur Sembiring Depari (58) wafat dunia. " Benar tadi ada pasien kita atas nama Makmur Sembiring Depari umur 58 th.. Wafat dunia tadi sore, " tutur Wakil Direktur Service Medik RSU Mitra Sejati Marolop J Butar-Butar, Kamis (7/4).
Tetapi Marolop tidak menerangkan penyakit yang terkena Makmur. " Kode etik kami tak dapat kasih tahu. Masuk pagi di ICU, telah dibawa keluarga, " katanya. Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto juga membetulkan berita itu. Tetapi dia tidak berikan info selanjutnya. " Benar, " katanya sembari berlalu.
Tetapi Marolop tidak menerangkan penyakit yang terkena Makmur. " Kode etik kami tak dapat kasih tahu. Masuk pagi di ICU, telah dibawa keluarga, " katanya. Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto juga membetulkan berita itu. Tetapi dia tidak berikan info selanjutnya. " Benar, " katanya sembari berlalu.
Jumat, 15 April 2016
'Elite parpol kayak bos perusahaan seenaknya tentukan kebijakan'
Koordinator Komunitas Orang-orang Perduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang menilainya beberapa elite partai politik berlaku seakan yang memiliki perusahaan yang dapat seenaknya memastikan kebijakan partai. Walau sebenarnya semestinya elite politik memperhatikan nada dari anggota partai politik. " Disini partai-partai tak menghormati anggotanya. Mereka sangat tergantung pada elite politik yang berlaku seperti entrepreneur. Hingga tak heran banyak orang-orang yang malas berhimpun dalam partai politik, " papar Sebastian waktu didapati di kantor Formappi, Jl Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (7/4).
Menurutnya, ketergantungan partai politik pada beberapa golongan elite jadi satu diantara argumen orang-orang malas berhimpun dalam partai politik. Elite politik senantiasa memegang kendali pada maju-tidaknya partai politik hingga meremehkan anggota partai yg tidak mempunyai banyak modal. Sebastian menilainya hal semacam ini jadi permasalahan serius pada saat sudah merubah kebijakan satu partai. Ini tak berlangsung pada PPP saja, kata dia, nyaris semuanya partai di Indonesia juga alami hal yang sama. " Partai-partai di Indonesia belum mempunyai konsolidasi yang solid dalam merampungkan perseteruannya. Hingga partai politik begitu ketergantungan pada elit politik, " lebih dia. Konsolidasi internal yang baik bila mereka menyatu bukanlah waktu tercerai-berai. Sudah pasti hal semacam ini bakal menyebabkan beberapa efek untuk partai. Umpamanya kurun waktu dekat, mendekati Pilgub yang akan datang, elektabilitas mereka bakal makin alami penurunan. Hingga bila tak selekasnya dibenahi, pada Pilpres 2019, mungkin kursi di DPR akan tidak memenuhi untuk mengusung calon presiden. Begitu juga dengan Pilgub yang di depan mata. " Ancamannya mereka tak lolos dalam pemilu mungkin berlangsung. Oleh karena itu beberapa elit partai mesti meninggalkan egonya. Parpol itu punya anggota bukanlah elit politik, " tutup dia.
Menurutnya, ketergantungan partai politik pada beberapa golongan elite jadi satu diantara argumen orang-orang malas berhimpun dalam partai politik. Elite politik senantiasa memegang kendali pada maju-tidaknya partai politik hingga meremehkan anggota partai yg tidak mempunyai banyak modal. Sebastian menilainya hal semacam ini jadi permasalahan serius pada saat sudah merubah kebijakan satu partai. Ini tak berlangsung pada PPP saja, kata dia, nyaris semuanya partai di Indonesia juga alami hal yang sama. " Partai-partai di Indonesia belum mempunyai konsolidasi yang solid dalam merampungkan perseteruannya. Hingga partai politik begitu ketergantungan pada elit politik, " lebih dia. Konsolidasi internal yang baik bila mereka menyatu bukanlah waktu tercerai-berai. Sudah pasti hal semacam ini bakal menyebabkan beberapa efek untuk partai. Umpamanya kurun waktu dekat, mendekati Pilgub yang akan datang, elektabilitas mereka bakal makin alami penurunan. Hingga bila tak selekasnya dibenahi, pada Pilpres 2019, mungkin kursi di DPR akan tidak memenuhi untuk mengusung calon presiden. Begitu juga dengan Pilgub yang di depan mata. " Ancamannya mereka tak lolos dalam pemilu mungkin berlangsung. Oleh karena itu beberapa elit partai mesti meninggalkan egonya. Parpol itu punya anggota bukanlah elit politik, " tutup dia.
Selasa, 12 April 2016
Istana sebut perintah politik kerja Jokowi tak terkait reshuffle
Presiden Joko Widodo menyatakan pada semua deretan menterinya agak melakukan politik kerja bukanlah politik wacana. Hal semacam ini disibakkan Presiden waktu buka Sidang Kabinet Paripurna di kantor Sekretariat Negara pagi tadi. Disangka, penegasan Presiden itu karena banyak menteri yang lebih memprioritaskan politik wacana daripada politik kerja. Tetapi Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Prabowo segera menyanggah. " Gw sangka itu penegasan kembali yang disebut Presiden politik kerja itu yaitu (menteri) tak berwacana namun dengan cara konkret kerjanya itu dikerjakan.
Gw sangka tak ada hubungannya dengan reshuffle, " kata Johan di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (7/4). Menurut Johan, Presiden telah kerapkali memohon menterinya untuk selalu bekerja. Ungkapan politik kerja bukan sekedar di sampaikan waktu gosip reshuffle makin memanas. " Dasarnya, beliau (Presiden) berkali-kali mengingatkan kembali tentang apa yang telah ditetapkan dalam rapat itu mesti dikerjakan. Lalu (menteri) disuruh Presiden untuk kerja lebih keras lagi. Gw sangka itu normatif saja, " imbuhnya. Untuk di ketahui, Presiden Jokowi memanglah tidak pernah berhenti mengimbau menteri kabinetnya untuk selalu bekerja. Presiden Jokowi bahkan juga tidak menginginkan menterinya cuma bergelut dengan ketidaksamaan pendapat yang tidak berbuntut. " Politik kita politik kerja, politik kerja. Janganlah, bukanlah politik gagasan, bukanlah politik wacana namun politik kerja. Konsentrasi pada apa yang telah direncanakan supaya terwujud di lapangan, dapat terwujud, dapat berguna untuk rakyat, " tutur Presiden.
Gw sangka tak ada hubungannya dengan reshuffle, " kata Johan di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (7/4). Menurut Johan, Presiden telah kerapkali memohon menterinya untuk selalu bekerja. Ungkapan politik kerja bukan sekedar di sampaikan waktu gosip reshuffle makin memanas. " Dasarnya, beliau (Presiden) berkali-kali mengingatkan kembali tentang apa yang telah ditetapkan dalam rapat itu mesti dikerjakan. Lalu (menteri) disuruh Presiden untuk kerja lebih keras lagi. Gw sangka itu normatif saja, " imbuhnya. Untuk di ketahui, Presiden Jokowi memanglah tidak pernah berhenti mengimbau menteri kabinetnya untuk selalu bekerja. Presiden Jokowi bahkan juga tidak menginginkan menterinya cuma bergelut dengan ketidaksamaan pendapat yang tidak berbuntut. " Politik kita politik kerja, politik kerja. Janganlah, bukanlah politik gagasan, bukanlah politik wacana namun politik kerja. Konsentrasi pada apa yang telah direncanakan supaya terwujud di lapangan, dapat terwujud, dapat berguna untuk rakyat, " tutur Presiden.
Minggu, 10 April 2016
Bupati Kuningan Utje Hamid meninggal usai pimpin rapat
Berita duka datang dari Kuningan, Jawa Barat. Bupati Utje Ch Hamid Suganda wafat dunia pada Kamis (7/4) jam 15. 45 WIB. Orang nomer satu di Kuningan itu wafat karena terserang serangan jantung. Sebelumnya wafat dunia, Utje pernah memimpin rapat kerja dengan jajarannya. Sesudah usai, almarhum alami serangan jantung serta segera dilarikan ke RSUD 45 Kuningan. Perkataan bela sungkawa juga di sampaikan Gubernur Jawa barat Ahmad Heryawan (Aher).
Gagasannya Aher bakal segera bertolak ke Kuningan melayat Utje malam ini. " Atas nama Pemerintah Propinsi serta warga Jawa Barat, gw berbelasungkawa atas wafatnya satu diantara tokoh utama di Jawa barat, terutama di Kuningan. Jawa barat berduka, kita kehilangan sosok wanita tangguh, ibu orang-orang Kuningan, " kata Aher, Kamis (7/4). Jenazah Utje lalu disemayamkan di Pendopo Kabupaten Kuningan. Gagasannya, jenazah bakal dimakamkan di pemakaman keluarga di Winduhaji, Kabupaten Kuningan, Jumat (8/4) pagi besok. Utje wafat dunia pada umur 63 th.. Dia meninggalkan seseorang suami, Aang Hamid Suganda serta lima orang anaknya. Aang adalah Bupati Kuningan periode 2013-2008 serta 2008-2003.
Gagasannya Aher bakal segera bertolak ke Kuningan melayat Utje malam ini. " Atas nama Pemerintah Propinsi serta warga Jawa Barat, gw berbelasungkawa atas wafatnya satu diantara tokoh utama di Jawa barat, terutama di Kuningan. Jawa barat berduka, kita kehilangan sosok wanita tangguh, ibu orang-orang Kuningan, " kata Aher, Kamis (7/4). Jenazah Utje lalu disemayamkan di Pendopo Kabupaten Kuningan. Gagasannya, jenazah bakal dimakamkan di pemakaman keluarga di Winduhaji, Kabupaten Kuningan, Jumat (8/4) pagi besok. Utje wafat dunia pada umur 63 th.. Dia meninggalkan seseorang suami, Aang Hamid Suganda serta lima orang anaknya. Aang adalah Bupati Kuningan periode 2013-2008 serta 2008-2003.
Langganan:
Postingan (Atom)