Seperti lagu lama, kebocoran masalah waktu ujian nasional sampai sekarang ini belum dapat ditangkal. Walau telah di luncurkan program UN berbasiskan computer, namun lantaran sarana tak rata, jadi ada banyak sekolah memakai masalah naskah. Seperti berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan. Kepala Sekolah SMA Makassar Raya, Fatahuddin (58), serta Kepala Sekolah SMA Citra Mulia Makassar, Mattawang (37), tersebut staf tata usaha SMA Makassar Raya, Ansar (28), dibekuk di tempat tinggalnya semasing, Selasa (5/4) lantas, jam 16. 00 WITA.
Ketiganya di tangkap lantaran disangka pengedar kunci jawaban bebrapa masalah Ujian Nasional. Mereka diamankan untuk tim spesial dari Polres Soppeng dibantu dari unsur Polrestabes Makassar. Sesaat diamankan di posko Resmob Panakkukang untuk setelah itu dibawa ke Kabupaten Soppeng. Ketiganya diamankan berbarengan tanda bukti berbentuk naskah ujian mata pelajaran Ekonomi, Fisika serta Bhs Inggris. " Iya benar, tiga orang yang barusan di tangkap tim kami yang pergi ke Makassar yaitu pengembangan dari masalah di Soppeng, " kata Kapolres Soppeng, AKBP Dodied Prasetyo Aji. Diterangkan, Fatahuddin, Mattawang serta Ansar di tangkap berdasar pada info tiga pelaku yang di tangkap satu hari terlebih dulu, Senin (4/4), di Soppeng lantaran tertangkap mengedarkan kunci jawaban UN.
Dari tiga orang yang salah satunya salah seseorang mahasiswa Kampus Bina Nusantara Bandung berikut yang memaparkan tiga nama pelaku yang ada di Makassar itu. Sesaat Fatahuddin, sang kepala sekolah SMA Makassar Raya ini waktu didapati di Posko Resmob Panakkukang menyampaikan, dia cuma bikin kunci jawaban untuk siswanya yang sejumlah 200 orang lebih, yang sekarang ini sesaat berjuang untuk lulus dari UN. Lembar-lembar kunci jawaban itu bukanlah untuk dikomersialkan. Serta tak disebarkan ke orang lain. Dia memaparkan, langkahnya bikin kunci jawaban itu bermula dari naskah-naskah ujian yang di ambil dari bawah meja di ruang kerjanya di sekolah. Berniat dia sisipkan waktu penyortiran.
Ketiganya di tangkap lantaran disangka pengedar kunci jawaban bebrapa masalah Ujian Nasional. Mereka diamankan untuk tim spesial dari Polres Soppeng dibantu dari unsur Polrestabes Makassar. Sesaat diamankan di posko Resmob Panakkukang untuk setelah itu dibawa ke Kabupaten Soppeng. Ketiganya diamankan berbarengan tanda bukti berbentuk naskah ujian mata pelajaran Ekonomi, Fisika serta Bhs Inggris. " Iya benar, tiga orang yang barusan di tangkap tim kami yang pergi ke Makassar yaitu pengembangan dari masalah di Soppeng, " kata Kapolres Soppeng, AKBP Dodied Prasetyo Aji. Diterangkan, Fatahuddin, Mattawang serta Ansar di tangkap berdasar pada info tiga pelaku yang di tangkap satu hari terlebih dulu, Senin (4/4), di Soppeng lantaran tertangkap mengedarkan kunci jawaban UN.
Dari tiga orang yang salah satunya salah seseorang mahasiswa Kampus Bina Nusantara Bandung berikut yang memaparkan tiga nama pelaku yang ada di Makassar itu. Sesaat Fatahuddin, sang kepala sekolah SMA Makassar Raya ini waktu didapati di Posko Resmob Panakkukang menyampaikan, dia cuma bikin kunci jawaban untuk siswanya yang sejumlah 200 orang lebih, yang sekarang ini sesaat berjuang untuk lulus dari UN. Lembar-lembar kunci jawaban itu bukanlah untuk dikomersialkan. Serta tak disebarkan ke orang lain. Dia memaparkan, langkahnya bikin kunci jawaban itu bermula dari naskah-naskah ujian yang di ambil dari bawah meja di ruang kerjanya di sekolah. Berniat dia sisipkan waktu penyortiran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar