Selasa, 12 April 2016

Istana sebut perintah politik kerja Jokowi tak terkait reshuffle

Presiden Joko Widodo menyatakan pada semua deretan menterinya agak melakukan politik kerja bukanlah politik wacana. Hal semacam ini disibakkan Presiden waktu buka Sidang Kabinet Paripurna di kantor Sekretariat Negara pagi tadi. Disangka, penegasan Presiden itu karena banyak menteri yang lebih memprioritaskan politik wacana daripada politik kerja. Tetapi Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi Sapto Prabowo segera menyanggah. " Gw sangka itu penegasan kembali yang disebut Presiden politik kerja itu yaitu (menteri) tak berwacana namun dengan cara konkret kerjanya itu dikerjakan.

 Gw sangka tak ada hubungannya dengan reshuffle, " kata Johan di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta Pusat, Kamis (7/4). Menurut Johan, Presiden telah kerapkali memohon menterinya untuk selalu bekerja. Ungkapan politik kerja bukan sekedar di sampaikan waktu gosip reshuffle makin memanas. " Dasarnya, beliau (Presiden) berkali-kali mengingatkan kembali tentang apa yang telah ditetapkan dalam rapat itu mesti dikerjakan. Lalu (menteri) disuruh Presiden untuk kerja lebih keras lagi. Gw sangka itu normatif saja, " imbuhnya. Untuk di ketahui, Presiden Jokowi memanglah tidak pernah berhenti mengimbau menteri kabinetnya untuk selalu bekerja. Presiden Jokowi bahkan juga tidak menginginkan menterinya cuma bergelut dengan ketidaksamaan pendapat yang tidak berbuntut. " Politik kita politik kerja, politik kerja. Janganlah, bukanlah politik gagasan, bukanlah politik wacana namun politik kerja. Konsentrasi pada apa yang telah direncanakan supaya terwujud di lapangan, dapat terwujud, dapat berguna untuk rakyat, " tutur Presiden.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar